Agustus 2019, Pemko Semarang Tutup Lokalisasi Sunan Kuning

KOREKSI.co.id, Semarang – Pemerintah Kota (Pemko) Semarang berencana menutup kawasan Resosialisasi Argorejo atau yang dikenal dengan lokalisasi Sunan Kuning. Rencana penutupan lokalisasi mulai disosialisasikan sejak bulan ini, karena penutupan akan dilakukan Agustus 2019.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, sosialisasi dilakukan agar warga dan pekerja seks komersial yang selama ini berada di lokalisasi itu dapat mencari pekerjaan lain. Pemerintah Semarang juga akan berdialog dengan warga untuk mencari solusi terkait dampak penutupan.

“Wajar kalau anak asuh ini berkeluh kesah karena ini kan rejeki, tidak mungkin lepas tangan, disini mayoritas rumahnya penduduk beda dengan Kalijodo di Jakarta. Kalijodo memang tanah aset pemerintah sehingga dibongkar selesai, disini enggak bisa,” kata Fajar di Semarang, Selasa (18/6).

Menurut Fajar, pemko telah berulang melakukan pertemuan dengan warga di area lokalisasi yang terletak di kawasan Jalan Sri Kuncoro, Semarang itu dengan tujuan untuk menampung keluh kesah warga.

Lokalisasi Sunan Kuning mulai populer sejak tahun 1960-an. Sejumlah bangunan yang berada di lokalisasi Sunan Kuning merupakan milik pribadi. Saat ini kawasan Sunan Kuning bernama Resosialisasi Argorejo.

Warga berharap, penutupan hanya sebatas praktik lokalisasi dan tidak membinasakan usaha dan lapangan kerja milik warga seperti warung makan, salon kecantikan, dan laundry.

“Harapan saya bagaimana warga tidak sengsara dan bisa hidup, bisa sekolah, jangan sampai nantinya malah jadi preman,” kata Pembina Resosialisasi Argorejo, Suwandi. (KR/Cnn)