Armada Terhambat Masuk TPA, Sampah di TPS Menumpuk

KOREKSI.co.id,Denpasar – Kondisi sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) bukan karena minimnya jumlah TPS. Namun, semua ini akibat mobilitas armada yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung masih terhambat.

Truk pengangkut sampah ke TPA belum lancar, akibat adanya alat berat yang rusak. Selain itu, luasan areal untuk membuang sampah di TPA semakin menyempit sejak adanya penataan dari pemerintah pusat.

Hal ini ditegaskan Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, I Ketut Wisada, saat dikonfirmasi, Rabu (13/2).

Lebih lanjut dikatakannya, bila kondisi di TPA sudah berjalan normal, maka semua angkutan sampah dari TPS ke TPA dipastikan lancar. “Ini kendalanya di pengangkutan ke TPA. Bukan karena kurang armada, tetapi karena masuknya ke TPA terhambat,” katanya.

Menurutnya, pelayanan yang telah dilaksanakan selama ini sudah optimal. Bahkan, perubahan penanganan sampah oleh masing-masing swakelola sudah optimal. DLHK dinilai sudah sangat siap dalam penerapan program penghentian pengangkutan sampah dari pinggir jalan ini. Sehingga penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti halnya swakelola yang dilaksanakan di masing-masing desa dapat terus dimaksimalkan.

Wisada mengatakan, untuk menangani pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA, DLHK menyiagakan sedikitnya 70 truk angkut yang tersebar di 17 TPS. Namun pihaknya tak menampik bahwa masih banyak laporan masyarakat yang mengatakan pasca adanya penghentian pengangkutan pinggir jalan ini menyebabkan sampah di TPS menumpuk bahkan meluber hingga ke jalan.

“Dari sisi personel, fasilitas dan armada pengangkutan kita sudah siap, dan itu sudah optimal, mengingat saat volume sampah di Denpasar jumlahnya kurang lebih 800 ton per hari,” paparnya.

Wisada menekankan bahwa sampah yang menumpuk di TPS tersebut bukan karena ketidaksiapan DLHK terkait penghentian pengangkutan pinggir jalan, melainkan adanya permasalahan teknis di TPA.

Dimana, saat ini di TPA Suwung sedang dilaksanakan penataan serta fasilitas alat eskavator di TPA Suwung kurang memamadai. Sehingga memungkinkan terjadinya penumpukan kendaraan menuju ke TPA Suwung. Hal ini tentu sangat mempengaruhi sirkulasi pengangkutan yang sudah terpola menjadi sedikit terhambat, khususnya mengenai waktu.

Wisada berharap, masyarakat dapat memaklumi kondisi ini sementara waktu. Hal ini dikarenakan kewenangan akan TPA Suwung terdapat di Pemprov Bali.

 REPORTER

MADE ARNAWA

 

EDITOR

ERWIN FALS