Kementan RI Dorong Swasembada Protein Hewani

KOREKSI.co.id – JAKARTA : Kementerian Pertanian terus mendorong Indonesia dapat swasembada protein hewani yang berarti berbagai kebutuhan hewan ternak untuk dikon­sumsi dapat dihasilkan sepenuhnya dari dalam negeri sehingga tidak perlu impor.

“Kami di Kementan terus mendu­kung agar bagaimana Indonesia swasembada protein hewani,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Ke­mentan I Ketut Diarmita, dalam acara Farmer2Farmer 2019 yang digelar di Jakarta, Jum’at (5/4).

Menurutnya, asupan untuk protein hewani juga diharapkan tidak hanya dari daging sapi tetapi juga bisa dari susunya, atau dari aneka ragam hewan lainnya seperti ayam dan domba.

Ia mengingatkan bahwa domba Nu­santara pada saat ini juga sudah menembus hingga ke sejumlah pasar internasional seperti ke Malaysia dan beberapa negara di kawasan Timur Tengah. “Cita-cita kita menjadi lumbung pa­ngan dunia. Untuk itu, peran peternak di seluruh Indonesia sangatlah pen­ting,” katanya.

Menurut Ketut Diarmita, berbagai regulasi sudah diperbaiki oleh pemerintah untuk berupaya membantu me­ning­katkan kesejahteraan peternak.

Ia juga mengajak para peternak agar tetap bersemangat dan jangan mudah mengeluh, serta meningkatkan pro­duktivitas hasil perah susu dari sekitar 12 liter menjadi 25 liter per hari.

Acara Farmer2Farmer itu sendiri merupakan kompetisi untuk peternak sapi perah terpilh yang bertujuan untuk mendorong peternak sapi perah lokal untuk menerapkan Good Dairy Farming Practice (GDFP) secara terus-menerus dan konsisten.

Dari 110 peserta, sebanyak empat peternak akan dipilh untuk mendapatkan kesempatan mengunjungi pe­ternakan sapi perah di Belanda dan mendapatkan pelatihan intensif dari peternak sukses di Negeri Kincir Angin tersebut selama dua pekan pada Juli 2019.

Pelaksanaan program Farmer2Far­mer itu diharapkan dapat membantu meme­nuhi permintaan susu sapi nasional di Indonesia. Hal ini karena menurut data Kementerian Pertanian, produksi susu sapi lokal hanya dapat memenuhi 20 persen dari permintaan susu nasional. (ANS)