Petani Didorong Gunakan Pupuk Organik

KOREKSI.co.id : PT Petrokimia Gresik (PG) mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik berkualitas guna meningkatkan produksi dan melestarikan lingkungan, di tengah masih rendahnya penggunaan pupuk organik di Indonesia.

Berdasarkan sensus pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, hanya 13,5% petani Indonesia yang menggunakan pupuk organic, sedangkan selebihnya masih bergantung pada pupuk anorganik.

Padahal, pasar produk organik saat ini terus berkembang pesat. Selain itu, dari sisi budidaya, penggunaan pupuk organik lebih efisien, tanah lebih sehat dan dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Manager Humas PG, Muhammad Ihwan mengatakan bahwa untuk itulah produsen pupuk anak usaha PT Pupuk Indonesia ini mendukung upaya Kementerian meningkatkan kualitas pupuk organik dan mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik dalam budidaya pertanian.

“Ini merupakan sebuah langkah strategis yang patut kita dukung bersama dalam hal peningkatan kualitas pupuk organik serta menggugah kembali kesadaran petani untuk meningkatkan pengunaan pupuk organik demi keberlanjutan pertanian dalam jangka panjang,” ujar Ihwan di Gresik, Jawa Timur, Jum’at (15/3).

Pupuk organik terangnya, berfungsi untuk memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah, sedangkan pupuk anorganik untuk memenuhi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Dia memaparkan, pupuk organik Petroganik telah mendapat kepercayaan pemerintah sejak tahun 2008 sebagai pupuk bersubsidi karena proses produksi dan kualitas yang terjaga dan memenuhi standar pemerintah.

Untuk itu, terkait adanya perbaharuan Permentan, Ihwan menyebutkan bahwa PG siap menyesuaikan pupuk Petroganik dengan spek teknis terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pupuk organik Petroganik, lanjut Ihwan, telah dikembangkan sejak tahun 2004, sebagai respon atas hasil penelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor (2003) yang menyebutkan bahwa sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengandung kadar C-organik dibawah 2%. Sementara tanah yang sehat minimal mengandung kadar C-organik sebesar 5%.

“Sedangkan Petroganik mengandung kadar C-organik sebesar 12,5%, sehingga ia mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan struktur tanah, sehingga tanah menjadi sehat dan siap untuk diolah dalam budidaya pertanian,” ujar Ihwan. (MB)