Puluhan Gajah Rusak Tanaman Padi Warga Pidie

KOREKSI.co.id, Sigli – Serangan gajah liar di Kabupaten Pidie terus berlanjut. Hewan berbadan lebar dan dilindungi itu merusak dan memakan tanaman padi siap panen milik warga. Puluhan gajah liar menggasak padi warga Kecamatan Keumala dan Kecamatan Geumpang.

Berdasarkan keterangan warga, kawanan gajah itu turun dari hutan Janto, Aceh Besar. Gajah liar itu berwara-wiri dari kawasan hutan Keumala ke kawasan hutan Kecamatan Sakti dan hutan pegunungan Mila.

Upaya penggiringan dilakukan Pemerintah Aceh dan Pemkab Pidie, melibatkan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan masyarakat gampong. Namun upaya penggiringan dinilai tidak maksimal, karena kawanan tersebut tidak mau masuk ke dalam hutan jauh dari perkampungan.

“Sekarang kawanan gajah masih bertahan di kawasan hutan dekat perkampungan penduduk di Keumala,” kata Usman, warga Keumala, Jum’at (1/3).

Menurutnya, kawanan gajah pada siang hari bersembunyi di dalam hutan, dan sore menjelang maghrib turun ke perkampungan memakan padi siap panen. “Gajah juga menumbangkan pohon-pohon besar, kecuali pohon kapuk,” katanya.

Di Kecamatan Geumpang, ada sekira 15 ekor kawanan gajah liar juga melakukan aksi sama. Hewan-hewan itu turun ke perkampungan memakan dan merusak tanaman padi.

“Serangan gajah liar sering terjadi, hampir setiap sore turun dan memakan tanaman padi milik warga,” kata Camat Geumpang, Bismi.

Ia mengungkapkan, serangan gajah terjadi setiap musim panen padi. Gajah turun dengan jumlah banyak dan terbagi beberapa kelompok. Mereka menyasar tanaman padi, dan terakhir kawanan itu memakan padi milik warga Gampong Bangkeh. Gajah juga memakan padi milik petani Gampong Pulo Loih, Gampong Pucok dan Keumuneng. (wpd)