Sumut Alihkan Kuota Peremajaan Karet

KOREKSI.co.id, Medan – Karet merupakan komoditas unggulan di Sumatera Utara. Namun, sejak 4 tahun terakhir petani karet semakin kehilangan kepercayaan diri karena harganya yang terus merosot dan tidak menguntungkan. Ditambah lagi, tahun ini Sumatera Utara tidak dapat jatah peremajaan karet.

Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara, Herawaty mengatakan, tahun 2016 sebenarnya ada program dari pusat untuk peremajaan yang pelaksanaannya di tahun 2017 seluas 300 hektare. Pemerintah kabupaten yang memiliki lahan karet sudah diminta untuk mengirimkan usulan calon petani calon lahan (CPCL).
Namun karena yang mengirimkan hanya Simalungun dan luasnya di bawah 100 hektare, program tersebut dialihkan atau direalokasikan ke provinsi lain karena pusat menginginkan luasnya bisa tercapai.

“Karena tidak sampai segitu tidak jadilah akhirnya. Jadinya kita tak dapat jatah peremajaan karet,” katanya, Rabu (27/2).
Menurutnya, kurang tertariknya petani untuk meremajakan karetnya karena dari sisi bantuan uang yang diberikan pusat hanya berupa bibit dan pupuk. Sedangkan biaya untuk mengganti tanaman atau membongkar tanaman yang sudah tua ataupun tenaga kerjanya tidak ada.
“Itu yang besar, tapi tak ada bantuannya. Sedangkan dari kabupaten sudah menawarkan ke petani dan kecil sekali yang mengirimkan,” katanya.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan Simalungun, Mangidar Saragih mengatakan, dari 300 hektare yang diprogramkan, tak sampai 100 CPCL yang diajukan. Padahal pihaknya sudah melakukan sosialisasi.

“Tapi bagaimana lagi kalau ketertarikannya sangat kecil. Sekarang saja sudah ada yang mau mengganti karetnya jadi sawit,” katanya. (mb)